*pic from gettyimages.com

Sehari- hari kita selalu mendengar kata korupsi. Setiap hari televisi dan koran nasional memberitakan tentang tersangka maupun terdakwa korupsi.

Namun kebanyakan dari tersangka itu adalah pejabat publik.

Mengapa itu bisa terjadi ?

Tentu saja jawabannya sangat sederhana.

Saat pejabat publik mencalonkan diri maka dibutuhkan milyaran rupiah agar melenggangkan jalan menuju jabatan tersebut.

Tentu saja si pejabat publik tidak memiliki rupiah dalam nominal yang aduhai tersebut sehingga muncul sponsor yang kebanyakan pengusaha agar mereka juga dilenggangkan usahanya.

Korupsi menjadi lingkaran setan, si pejabat publik mengusahakan berbagai cara untuk melunasi sponsor yang diberikan dan si pengusaha menyuap untuk lolosnya perizinan usaha.

Menurut saya pribadi, pemerintah harus mengatur ketentuan modal kampanye sehingga  tidak perlu milyaran rupiah keluar hanya untuk kampanye.

Contoh, saat Barack Obama kampanye capres AS.

Obama mendanai kampanyenya sendiri dengan budget tertentu sehingga beliau tidak perlu meminta sponsor yang pada akhirnya akan menjerat beliau dalam korupsi.

Atau kalau pemerintah tidak dapat mengeluarkan regulasi mengenai budget kampanye maka calon pejabat publik pun sebenaranya bisa mendanai kampanye-nya tanpa sponsor dari pihak- pihak tertentu yaitu dengan financial planning.

Because everything is possible with planning🙂