Seperti janji saya di account twitter saya @HoneyJT minggu malam, saya mau cerita tentang fenomena agen unitlink di sekitar saya.

Unitlink adalah asuransi ditambah dengan investasi. Cirinya adalah:

  •  premi dasar sekali biasanya sekitar Rp. 300.000,- (Tiga ratus ribu rupiah) tapi Uang Pertanggungan hanya senilai sebuah mobil Toyota Avanza
  • biasanya asuransi jiwanya mengcover sampai umur 99 tahun (padahal, siapa yang mampu hidup sampai umur 99 tahun? Apakah kita memang perlu perlindungan sampai umur segitu?)

Beberapa hari yang lalu, suami saya tercinta ditelepon oleh orang yang belum dikenal. Dia menawarkan interview pada hari Sabtu pukul 5 sore. Suami pun mengiyakan karena memang kebetulan dia sedang mencari kerja untuk mensupport bisnisnya sendiri dan pengeluaran keluarga tentunya. Dan memang dia pernah menitipkan CV di sebuah event jobfair yang digelar baru- baru ini.

Tanpa menaruh curiga maka suami pun menyusun jadwal interview itu dan berjanji untuk datang pukul lima sore pada hari Sabtu. Kebetulan karena ada beberapa hal yang mau saya urus untuk acara kantor yang akan diadakan pada Minggu malam maka saya memutuskan untuk ikut bersama suami.

Hari interview pun tiba, namun terpaksa dimundurkan karena yang menginterview masih di dalam perjalanan. Interview rencana akan dilaksanakan di Kentucky Fried Chicken. Saya merasa ada sesuatu yang janggal, “Kok interview di KFC ya? Apa mungkin tren-nya memang sekarang seperti ini… Interview di tempat makan bukannya di kantor”  saya membatin.

Akhirnya kami harus menunggu berjam- jam barulah yang menginterview menunjukkan batang hidungnya.

Percakapan dimulai dengan meminta suami saya memperkenalkan diri. Selesai suami saya menceritakan riwayat dirinya, yang menginterview bertanya, “Pernah dengar  asuransi xxx?”

Dem!

Ternyata kami harus menunggu orang yang berbohong kepada kami selama berjam- jam! Jelas hati ini panas, marah, jengkel, kesal karena waktu kami sudah dibuang percuma padahal saat itu kami juga membawa anak balita kami yang seharusnya tidak boleh pulang terlalu larut! Ditambah lagi dengan ada beberapa keperluan acara kantor yang belum saya beli padahal hari sudah malam!

Sungguh tak punya hati cara dia memerangkap korbannya untuk dijadikan agen asuransi!

Kalau sejak dari telepon pertama  dia mengaku agen asuransi maka kami dapat menolak dengan halus bahwa kami tidak berminat menjadi agen asuransi terutama agen asuransi unitlink! Dan kami tidak perlu membuang waktu kami sia- sia hanya untuk menunggu dan dibohongi sedemikian rupa!

Kami masih mencoba untuk bersikap ramah dan yang paling mengejutkan adalah : Premi dari Unit Link yang dibayarkan oleh nasabah, 75%-nya merupakan komisi untuk si agen unitlink!

Sinting! Bayangkan premi dasar unitlink sebesar Rp.300.000,- sebenarnya hanya Rp. 75.000,- yang dibelikan asuransi dan investasi!

Jadi, kerugian di awal- awal tahun pertama membayar premi asuransi adalah karena sebagian besarnya untuk membayar komisi si agen!!! Padahal, asuransi yang terpisah dari investasi yang biasanya disebut asuransi jiwa murni menawarkan Uang Pertanggungan 3-5x lebih besar dengan premi sebesar setengah dari premi unitlink diatas! Coba hitung perbedaannya!

Gila! Saya tidak habis pikir mengapa agen- agen unitlink tega melakukannya terhadap masyarakat. Masyarakat yang memerlukan asuransi adalah masyarakat yang ingin agar perlindungan terhadap jiwa dan kesehatan maksimal dengan premi semurah- murahnya. Sama seperti prinsip ekonomi, dengan menggunakan sumber daya yang terbatas namun bisa memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas!

Itu pengalaman saya yang ketiga dengan agen unitlink!

Pengalaman pertama, agen unitlink  saya menghilang entah dimana keberadaannya padahal dia masih berhutang karena saya pernah meminta unitlink papa saya untuk dirubah porsi investasinya dari Money Market menjadi Equity tapi sejak saya minta bertahun- tahun lalu sampai sekarang belum dirubah dan dia dinyatakan langsung dari perusahaan asuransinya tidak lagi bekerja sebagai agen unitlink di perusahaan asuransi tersebut!

Pengalaman kedua saya dengan agen unitlink adalah si pengganti agen saya yang lama juga tidak pernah merespon permintaan saya untuk merubah porsi invetasi unitlink papa saya!

Unit link yang tidak menjawab kebutuhan saja sudah masalah ditambah lagi dengan cara si agen asuransi yang berkarakter seperti itu jelas membuat saya semakin kapok dengan asuransi unit link!

Berikut akan saya rangkum agar kita tidak menyia- nyiakan waktu kita hanya untuk menunggu dan mendengar presentasi agen unitlink yang tidak sesuai dengan kebutuhan kita :

  • Biasanya para agen ini akan menelpon mengajak kita bertemu. Alasannya interview atau menawarkan bisnis padahal yang ditawarkan adalah menjadi agen unitlink.
  • Lokasi pertemuan biasanya yang dipilih adalah tempat makan.
  • Waktu pertemuan cenderung malam.

Jadi, hati- hati ya kalau menemukan ciri- ciri penelpon seperti diatas, walaupun itu teman sendiri atau bahkan kerabat!

Semoga bermanfaat.