Pagi ini, saya ditelepon oleh telemarketing salah satu perusahaan asuransi.

Si telemarketer menawarkan asuransi pendidikan.

Wow, kedengarannya menarik ya🙂

Karena saya adalah seorang ibu yang peduli dengan pendidikan Darren maka tawaran ini layak didengar lebih lanjut.

Biasanya kita paling senang segala sesuatu yang diembel- embeli kata “pendidikan

Kenapa ? karena kita memang mau memastikan anak kita untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan terbaik!

Telemarketer menawarkan dengan skema Asuransi Pendidikan seperti dibawah ini:

Premi : Rp. 580.000,-/ bulan

Uang Pertanggungan untuk asuransi jiwa: Rp. 50.000.000,- (Padahal saya dan suami memerlukan Uang Pertanggungan jiwa sebesar hampir satu milyar!)

Karena ini Asuransi Pendidikan maka ada 4 (empat) kali Pencairan Dana saat Anak naik ke jenjang pendidikan selanjutnya.

saat masuk SD Dana yang dibayarkan oleh pihak asuransi ini sebesar Rp. 7.500.000,- Terlihat besar ya, padahal itu jumlah Uang Pangkal SD Katolik tahun lalu di bilangan Jakarta Timur.

Dengan inflasi rata- rata 20% pertahun, jelas saat Darren (anak saya sekarang berumur hampir 4 tahun) masuk ke SD yang sama 2 tahun lagi maka Uang Pangkal menjadi Rp. 12.960.000,-

Jelas bahwa Pencairan Dana pertama kali untuk masuk SD sudah tidak memenuhi kebutuhan sekolah Katolik biasa, apalagi sekolah sebangsa Penabur dan National Plus ?!

Sekarang kita lihat Pencairan Dana saat masuk SMP, Dana yang dikeluarkan perusahaan asuransi tersebut adalah sebesar Rp. 10.000.000,- . Jumlah ini akan dikeluarkan saat Darren masuk SMP yang artinya 8 tahun lagi.

Padahal untuk masuk ke SMP Negeri Rintisan Sekolah Berstandar Internasional, Rp. 10.000.000,- merupakan Uang Pangkal saat ini.

Kalau dihitung dengan asumsi inflasi 15%/ tahun saja maka saat Darren masuk SMP nanti Uang Pangkal akan menjadi sebesar Rp. 40.455.577,-

Lagi- lagi, Pencairan Dana dari asuransi tidak mencukupi kebutuhan Uang Pangkal SMP Darren!

Selanjutnya, Pencairan Dana untuk masuk SMA, perusahaan asuransi akan mengeluarkan uang sebesar Rp. 20.000.000,-

Sedangkan survey saya tahun lalu untuk SMA Negeri Kelas Internasional, Uang Pangkal sebesar Rp. 40.000.000,-

Kita hitung dengan menggunakan inflasi 10%/ tahun saja maka saat Darren masuk SMA, Uang Pangkal akan sebesar Rp. 138.000.000,-

Nah, lagi- lagi tidak mencukupi kebutuhan kan ?!

Mari kita lihat Pencairan Dana oleh perusahaan auransi untuk Uang Kuliah Darren 15 tahun yang akan datang sebesar Rp. 37.500.000,-

Padahal di tahun 2011 saja, Uang Pangkal masuk UI untuk Teknik Sipil dan Kedokteran adalah sebesar Rp. 25.000.000,- dan saat Darren kuliah nanti di tempat yang sama dengan asumsi inflasi sebesar 10% per tahun maka Uang Pangkal akan melonjak menjadi Rp. 114.874.325,-

Maka kesimpulan saya, Asuransi Pendidikan tidak mencukupi kebutuhan Dana Pendidikan Anak saya.

Dengan menyesal saya beritahu telemarketer bahwa saya tidak mau menjadi nasabah karena tidak menjawab kebutuhan saya.

Untuk Dana Pendidikan saya menggunakan instrumen investasi lain yang lebih masuk akal dilihat dari kemampuan atau sumber dana kita yang terbatas padahal kebutuhan kita tidak terbatas🙂

Semoga bermanfaat🙂

Enjoy today while preparing for tomorrow🙂