Ligwina Hananto, CFP adalah seorang Perencana Keuangan Independen.

Beliau bercerita mengenai mempersiapkan Dana Pendidikan anak- anaknya.

Berikut penuturannya melalui akun twitter @mrshananto

Pengalaman gw cari sekolah untuk anak pertama, dimulai waktu Az umur 4bulan. Maunya sekolah internasional padahal gak mampu, akhirnya nasional plus.

Sekolah nasional plus: kombinasi kurikulum diknas dengan kurikulum yang diadopsi dari luar, misal Cambridge atau IB

Kenapa nasional plus jadi populer dalam 10tahun terakhir?

Karena memang banyak kelemahan kurikulum diknas. Misal: metoda menghapal bukan mengerti!

Hasilnya, biaya sekolah swasta meningkat.

Sekolah negeri? Mengikut juga.

Jadi kalau bicara Dana Pendidikan kenyataannya gak murah!

Waktu Az bayi, sekolah yang kami mau untuk SD uang pangkalnya aja udah 10juta. Mewek beneran itu! Saldo rekening tipis banget. Gak pernah nabung.

Padahal waktu itu suami gw manajer di bank asing, jadi Vice President umur 28tahun.

Harusnya duit ada? Gak ngaruh gaji naik tiap tahun juga kalo gak punya Plan.

Datang lah seorang tante menawarkan Asuransi Pendidikan (AsPend).

Nanti tahun ke-6 dapat 10juta, tahun ke-12 dapat 10juta, tahun ke-15 dapat 10juta, tahun ke-18 dapat 100jt. Banyak? Gak!

Coba deh mampir ke tujuanloapa.qmfinancial.com » Kalkulator Dana Pendidikan. Anak umur 1tahun, masukin Uang Pangkal SD 10juta, inflasi 20%/tahun , berapa Uang Pangkal 5thn lg?

Tapi sebagai “ibu yang bertanggung jawab” gw beli tuh AsPend nya🙂 karena ada kata “Pendidikan” di dalam polisnya. Apalah gw gak ngerti. Yang penting beli!

AsPend yang gw beli: bayar premi 8jt/thn, ada UangPertanggungan jiwa suami 100juta, “beasiswa” untuk Az umur ke- 6, 12, 15, 18. Kita periksa yuk?

Untuk Az SD dapat 10juta? Bayar 8juta/tahun?

Bukannya 8juta + 8juta aja udah 16juta ya? Kok tahun ke-6 cuma dapat 10juta?

Bener aja pas Az masuk SD,  uang pangkalnya 24juta

Byr 8juta/tahun, Az S1 tahun ke-18 dapat 100juta. Trisakti aja hari ini biaya kuliah 5 tahun 100juta.

Gw mau Az kuliah ke Australia nilai nanti jadi 3Milyar. Kurang dong?

Tapi kan ada asuransinya! Iya kalau terjadi apa- apa pada si Ayah, Uang Pertanggungan 100juta. Mobil dia waktu itu Avanza. Nilai jiwanya sama?!

Asuransi perlu untuk melindungi.  Prinsip Asuransi adalah jika terjadi suatu hal yang mengakibatkan kehilangan finansial, perusahaan asuransi bantu.

Ternyata AsPend ini cuma jualan marketing perusahaan asuransi aja. There’s no such thing! Sebetulnya ini AsJiwa jenis Endowment!

Pendidikan itu direncanakan. Masa mau diasuransikan? There’s no such thing as “Asuransi Pendidikan”

Yang perlu dipikirkan, ada kejadian apa yg menyebabkan financial loss sehinggaDana Pendidikan terhambat. Itu yang diasuransikan

Common mistakes AsPend:

  1. Tertanggung: Anak! Karena niatnya buat sekolah anak. Ini artinya kalau terjadi meninggal pada anak, orangtua dapat duit?
  2. akan terima duit gede di tahun ke-6, 12, 15, dan 18. Lupa cek future value
  3. Kan ada AsJi nya. Udah cek Uang Pertanggungan kalau meninggal dapat berapa?

Kenapa namanya AsPend? Emang Pendidikan bisa diasuransiin? Emang pengertian asuransi itu apa? Yak ternyata kita mau beli apapun berjudul “pendidikan”

Jadi setelah 3tahun (8juta x 3tahun = premi 24juta) gw tutup AsPend ini karena gak nyambung sama kebutuhan Dana Pendidikan Azra. Premi hangus semua!

Rugi dong kalo AsPend ditutup? Untuk kasus gw, YA RUGI.

Tapi kalau diterusin, itungannya ANAK GW GAK SEKOLAH!

Jadi  kalau diterusin gw lebih rugi lagi.

Jadi Asuransi adalah untuk transfer risiko. Bukan untuk menyiapkan Dana Pendidikan!

Prinsip Tujuan Lo Apa. Kalau bicara Dana Pendidikan (DaPend) coba cek nilai nanti perlu berapa, berapa tahun lagi. Baru produknya dicari!

Contoh. Anak 1tahun, S1 sekarang 60juta » 18tahun yang akan datang menjadi 645juta.

Bisa dicapai dengan Rp200ribu/bulan produk target 25% /tahun seperti Reksadana Saham.

Asuransi Jiwa (AsJi)  beda lagi.

Waktt kita sebagai orangtua sedang investasi sekian ratus ribu atau juta per bulan untuk DaPend Playgroup sampai dengan Universitas, ada risiko misalnya meninggal dunia. Disini AsJi berperan.

Itulah kenapa kalau bicara DaPend, gw tidak bisa merekomendasikan AsPend (AsJi Endowment). Angkanya gak nyambung semua!

Kalau  ada yang bilang AsPend cocok, tanya angkanya, dia pake untuk anaknya sekolah gak, kurang berapa banyak😉 apa jangan- jangan belum punya anak?

Bukan berarti belum punya anak itu gak tau apa- apa. Banyak kok orang single bisa ngitung. Tapi gw gak terima aja lo pada dijejelin produk😉

Begitu dijejelin produk, taunya gak cocok angkanya, anak siapa yg gak bisa sekolah? Anak lo! Bukan anak yang jualan produk

Gw bisa bilang begini, karena gw pernah ilang 24juta di AsPend yang cuma akan kasih 10juta untuk uang pangkal SD padahal Az butuh 24juta. Ayo ngitung😉

Penawaran AsPend gencar. Jaman dulu bentuknya AsJi Endowment yaitu AsJi yang tahun kesekian keluar duit untuk uang pangkal sekolah. Sekarang bentuknya Unitlink.

Berhitung Tujuan Finansial Dana Pendidikan dengan kalkulator gratis di http://www.tujuanloapa.qmfinancial.com

Dengan kalkulator itu, masukkan usia anak, uang pangkal sekolahnya, inflasi 10-20% per tahun sehingga dapat nilai nanti untuk Dana Pendidikan.

Dengan itungan itu, paling gak, ke mana pun lo pergi, ditawari produk apapun, bisa cek ilustrasi produk VS kebutuhan DaPend masa depan.

Kalau mau nabung aja bisa kok siapin DaPend.  Tapi pertanyaan berikutnya, emang bisa nabung berapa? Lawannya inflasi 20% per tahun!

Bokap gw bisa sekolahin 2 anak ke luar negeri tidak dengan beli Reksadana. Jaman dulu gak ada. Tapi bokap nabung 90% dari gaji. Nah gw gak bisa!

Contoh. Anak umur 1tahun, S1 sekarang 60juta kemudian 17tahun yang akan datang menjadi 645juta  bisa dicapai dengan: nabung 3juta/bulan atau investasi Rp200ribu/bulan target return 25% per tahun.

Contoh investasi target return 25% per tahun itu untuk Reksadana Saham. Baru target return ya, gak pasti. Kalau mau pasti: nabung, target return 0% per tahun.

Tabungan, Asuransi, Unitlink, Reksadana » ini semua cuma produk. Dana Pendidikan itu Tujuan Finansial. Jadi itung dulu baru cari produk!

Ibarat nanya “gimana caranya ke Bandung?” Jawabnya apa? Banyak! Bisa naik travel, naik kereta, nyetir sendiri, lewat Puncak atau Cipularang.

Sebelum pilih jalan (Produk) ke Bandung (DaPend), cek dulu sekarang ada di mana (KondisiAwal) » Rencana mau ke Bandung sekarang ada di Lembang? Ngapain ke Jakarta untuk naik kereta?!

Jadi untuk Dana Pendidikan yang harus dikerjakan sebagai berikut:

  1.  Survey sekolah . Supaya mengerti filosofi sekolah yang dituju seperti apa. Angka kemudian.
  2. DaPend isinya banyak. Dari Uang Pangkal, SPP bulanan, ekskul, field trip, les, uang saku dan lain- lain.  Dalam Plan hanya dihitung Uang Pangkal.
  3. Pikirin continuity. Kl maksain anak PG di skolah mahal terus gak mampu u TK, SD, kasian anaknya lho. Makanya di-Plan.
  4. Perhatikan inflasi, 10-20% per tahun. Tiap sekolah beda- beda.
  5. Plan DaPend: untuk Playgroup-SMA UangPangkal aja, SPP dianggap dari gaji bulanan orangtua. S1 sepaket sampe lulus + biaya hidup kalau kuliah di  luar negeri.

Nah dari itu semua baru kita bisa tahu berapa nilai DaPend di masa depan dan berapa investasi/bulan yang dibutuhkan dengan target return berapa

“Nanti juga tiap anak ada rejekinya!”

Gimana kalau rejeki anak itu sebetulnya ada di gaji kita hari ini? Udah dikasih rejekinya ya harus diurus!

Sekarang gw ceritain pengalaman gw ya. Gw tutup AsPend karena gak nyambung dengan tujuan DaPend. Penggantinya : AsJi murni + Reksadana

Dulu startnya investasi RD Saham untuk Az S1, Rp100rb/bulan.  Setelah karir membaik, kemampuan menyisihkan membaik, bisa lebih banyak

Jadi kalau dihitung ternyata harus investasi 5juta/bulan padahal mampunya 500ribu/bulan jangan panik. Yang penting mulai. Rejeki diurus. Tambahan rejeki ada yang atur!

Az lahir 2002, masuk TK tahun 2006. Waktu itu gw pake RD Pendapatan Tetap, target return 10%/tahun. Harusnya kalau udah dekat (<3thn) duit di-deposito aja!

Tapi dasar sok tau, investor agresip kan :p jadi gw biarin di RD Pendapatan Tetap. Tahun 2005 nilai obligasi bertumbangan. RD Pendapatan Tetap turun 30%!

Kalau mau nunggu, RD PT itu balik lagi kok < 1tahun. Tapi kan bayar TK udah dari Nov tahun 2005  sebelum masuk. Jadi terpaksa RD Pendapatan Tetap  dicairkan.

Nah risiko pasar seperti itu yang harus kita siap hadapi waktu investasi di RD. Untuk Az TK lupa persisnya, tapi kurang 3juta aja gara- gara RD Pendapatan Tetap lagi turun.

Target DaPend TK yang beberapa belas juta itu kurang 3juta, ditutupnya dari? Dana Darurat! Don’t understimate your Dana Darurat🙂

Jadi teorinya dalam Plan, investasi di Reksadana untuk Dana Pendidikan itu bisa dengan Tabungan, Deposito dan ReksaDana (PasarUang, PendapatanTetap, Campuran, Saham). Tergantung jangka waktu

Kenapa Tabungan/Deposito? Asumsi target return 0%/tahun. Kenapa ReksaDana? Asumsi target return 7%,10%,15%25%/tahun. Data mudah didapat. Trend keliatan

Kenapa tidak Emas? Emas juga bisa. Tapi masalahnya data 30tahun terakhir gak konsisten. Emas tahun 1970 tinggi, turun selama 20tahun baru naik lagi.

harga emas turun di 1980, baru naik lagi di tahun 2000-an. Ini membuat data nya sulit dibuatkan averaging untuk perhitungan Plan.

Jadi yang pegang Emas di 1970-an, musti berhadapan dengan harga turun, nunggu 20tahun untuk harganya balik.

Balik ke DaPend. What I am sharing is what I have gone through with my family.

Saldo rekening tabungan di bank tahun 2001 : Rp119.200. Sekarang 2 anak sekolah di sekolah yang gw mau.

Saldo RD sempat turun di 2005 dan 2008. Tapi risikonya gak memberatkan keuangan keluarga gw. Hasil investasi masih sesuai target.

Untuk DaPend & DaPensiun,  gw dulu investasi bulanan di RD bisa sampe 30-40% penghasilan berdua pasangan.