Kalau Anda seorang freelancer yang bergaji tidak tetap bukan berarti Anda tidak dapat melakukan perencanaan keuangan untuk saat ini maupun masa mendatang.

Perencanaan Keuangan tidak hanya tergantung dari besarnya kecilnya penghasilan seseorang namun juga dari cara dia membelanjakan uangnya.

Nah, kalau Anda seorang freelancer ada beberapa langkah yang harus Anda ketahui untuk melakukan Financial Planning. Diantaranya adalah

PENDAPATAN dan PENGELUARAN RUTIN

Anda dapat menghitung berapa besar Pengeluaran Rutin per bulan yang harus Anda keluarkan.

Maka Anda bisa mencari pekerjaan yang menawarkan penghasilan minimal sebesar Pengeluaran Rutin per bulan Anda.

Yang termasuk Pengeluaran Rutin adalah Asuransi, Rumah Tangga, Transportasi, Pengeluaran untuk Anak  dan Cicilan Hutang.

Misal. Pengeluaran Rutin perbulan Anda sebesar Rp.3.000.000 maka minimal Anda menerima job yang senilai Rp. 3.000.000, kalau lebih dari itu lebih baik.

DANA DARURAT

Dana Darurat untuk freelancer besarnya 12x Pengeluaran Rutin perbulan.

Hm, besar ya kelihatannya… Namun perlu diingat bahwa pekerjaan tidak selalu datang setiap bulannya sehingga untuk amannya  freelancer perlu menyiapkan Dana Darurat sebesar yang disebutkan diatas.

Misal. Pengeluaran Rutin perbulan Anda sebesar Rp. 3.000.000 maka Dana Darurat yang perlu dipersiapkan adalah sebesar Rp. 36.000.000,-

Dana Darurat sebesar ini sayang apabila hanya parkir di tabungan yang bunganya tidak seberapa, maka dapat diinvestasikan ke instrumen keuangan lainnya selain tabungan.

Porsi penempatan Dana Darurat ke instrumen investasi dapat dibagi sebagai berikut:

Tabungan Rp.   3.000.000 (instrumen yang sangat likuid, min. 1x Pengeluaran Rutin)
Reksadana Pasar Uang Rp.   9.900.000 (instrumen yang lebih likuid dari Deposito)
Deposito Rp. 16.500.000 (instrumen yang cukup likuid dan relative aman)
Logam Mulia Rp.   6.600.000 (instrumen yang kurang likuid dan perlu penyimpanan)
Jumlah Rp. 36.000.000 (Total Dana Darurat)

Ilustrasi diatas berdasarkan tingkat pencairan yang paling mudah apabila Dana Darurat diperlukan sewaktu- waktu.

ASURANSI

Freelancer sangat perlu asuransi kesehatan murni. Bila Anda merupakan tulang punggung keluarga maka Anda perlu asuransi jiwa murni.

Penjelasan mengapa asuransi itu penting, bisa dibaca disini 

Mengapa harus asuransi murni ?

Karena dengan asuransi murni, premi yang harus dibayarkan kecil dengan manfaat Uang Pertanggungan yang paling maksimal. Ini juga berkaitan dengan sumber dana yang dimiliki.

Sesuai dengan prinsip ekonomi yaitu menggunakan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Sumber daya terbatas yang dimaksudkan diatas adalah penghasilan sedangkan kebutuhan manusia tidak terbatas.

Dalam asuransi, Uang Pertanggungan menjadi penting. Sehingga ada beberapa rumus yang dapat digunakan untuk menghitung Uang Pertanggungan yang digunakan, diantaranya :

  • Pengeluaran Rutin/ bulan x 12 x usia produktif
  • Pengeluaran Rutin perbulan : 1%

DANA PENSIUN

Freelancer perlu menyiapkan Dana Pensiun sejak dini agar di masa pensiun nanti masih bisa membiayai pengeluaran selama hidup di masa pensiun.

Besarnya tergantung dari keinginan Anda mempertahankan gaya hidup, besarnya inflasi per tahun dan  ekspektasi umur Anda hidup.

DANA KESEHATAN PENSIUN

Setelah pensiun nanti, pastinya kita menua. Tentunya kita tidak mau membebankan anak kita apabila kita sakit saat pensiun nanti.

Jumlah dana kesehatan pensiun ini tergantung dari riwayat sakit di keluarga, jumlah pengobatan yang ingin dilakukan misal. berapa lamanya, sekali pengobatan menghabiskan berapa dll.

Semoga bermanfaat🙂

Selamat merencanakan keuangan,

Honey Josep

Enjoy today while preparing for tommorow