Selamat Tahun Baru!

Senang sekali tentunya kalau kita masih diberi kesehatan untuk menikmati tahun yang baru.

Tahun baru identik dengan Check Up kesehatan dan juga Resolusi.

Perlu tidaknya resolusi tergantung dari pribadi Anda sendiri.

Kali ini saya mau mengajak kita semua untuk memulai Resolusi Keuangan agar keuangan Anda lebih sehat.

Bagaimana cara membuat Resolusi Keuangan ?

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan adalah melakukan Financial Check Up Cashflow Bulanan

Dalam Financial Check Up Cashflow Bulanan, kita dapat memperoleh rasio keuangan yang menjadi tolak ukur apakah keuangan kita sehat atau tidak.

Biasanya ada persentase yang bisa dijadikan tolak ukur Cashflow Bulanan yaitu:

  • Pos Tabungan dan Investasi minimal 10% dari Penghasilan Bulanan
  • Pos Pengeluaran Rutin maksimal 40% dari Penghasilan Bulanan
  • Pos Pengeluaran Pribadi maksimal 20% dari Penghasilan Bulanan
  • Pos Cicilan atau Hutang maksimal 30% dari Penghasilan Bulanan

Mari kita bahas satu- persatu pos- pos diatas.

 

POS TABUNGAN DAN INVESTASI

Pos Tabungan dan Investasi ini pos yang amat penting!

Seringkali kita menunggu sisa penghasilan untuk ditabung.

Coba jujur pada diri sendiri, berapa banyak jumlah uang yang bisa ditabung saat akhir bulan? Tentu saja tidak banyak, malah terkadang minus!

Maka, menabung dan berinvestasilah saat tanggal gaji masuk ke rekening bukan saat akhir bulan.

Berinvestasilah semenjak dini, karena dengan demikian uang yang kita sisihkan untuk investasi sangatlah kecil nominalnya dibanding besarnya pengeluaran pos- pos yang lain.

 

POS HUTANG

Pos Hutang meliputi cicilan Kredit Kepemilikan Rumah/Apartemen, Kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor,  Kredit Tanpa Agunan dan cicilan kartu kredit 0%.

Untuk bisa menabung dan berinvestasi, tentunya Pos Hutang tidak boleh melebihi 30% dari Penghasilan Bulanan.

Bayangkan bila Anda berhutang lebih dari 30% Penghasilan Bulanan, maka Anda bekerja hanya untuk membayar Hutang.

Bila di tahun lalu Anda masih memiliki hutang, maka prioritas utama yang perlu Anda lakukan di tahun ini adalah membayar lunas semua hutang- hutang Anda.

Karena seprofesional apapun financial planner yang Anda miliki atau sepintar apapun financial literacy yang Anda kuasai tidak bisa melakukan perencanaan keuangan dengan baik apabila hutang Anda masih menggunung!

Apa yang mau di plan,kalau untuk hidup saja Anda perlu gali lubang tutup lubang!

 

POS PENGELUARAN PRIBADI (Lifestyle)

Pos ini hanya boleh digunakan sebesar 20% dari Penghasilan Anda!

Beli baju, sepatu, tas, gadget, liburan, ngopi, clubbing,buku, pulsa, keanggotaan klub kebugaran, dokter kulit pribadi dan lain lain yang sifatnya pribadi masuk ke dalam kategori ini.

Pos Pengeluaran ini biasanya paling besar karena kebanyakan orang menjadi sangat impulsif bila berkenaan dengan belanja untuk keperluan pribadinya!

Bukan masalah bila Anda ingin “senang- senang” menikmati hidup, namun tolong pastikan bahwa Anda sanggup dan uangnya memang tersedia!

Saya pun demikian, setelah mendapat 2 pasang sepatu formal, saya masih kepingin peep toe warna nude dengan hak menjulang!

Namun saya membatasi diri karena ada beberapa hal yang mau saya lakukan di tahun ini termasuk berlibur bersama keluarga yang membuat saya harus “black period” untuk sementara waktu.

Black period adalah periode dimana saya tidak berbelanja untuk keperluan lifestyle selama beberapa bulan. Detoksifikasi belanja, saat yang tepat untuk mengajukan pada diri sendiri mengenai Need VS Want.

Godaan sale membuat kita lupa diri akan apa yang paling kita butuhkan saat ini.

Coba tengok plastik di bawah kolong tempat tidur atau lemari Anda, masih ingat kapan Anda membeli baju atau sepatu?

Jangan- jangan, price tag-nya masih ada🙂

Untuk menjalankan masa black period ini perlu komitmen besar dari Anda sendiri.

Do you really want to be A Better You Financially ?

Jika Ya, lakukan sekarang!

 

POS PENGELUARAN RUTIN

Pos ini bisa jadi merupakan pos pengeluaran terbesar di dalam keluarga Anda.

Bila selama ini Anda menggunakan kendaraan pribadi yang menguras kantong karena bensin harus diisi terus terkait kondisi jalan yang macet, mengapa tidak mencoba naik kendaraan umum?

Atau mencoba beberapa komunitas yang menawarkan tebengan untuk sampai ke kantor?

Atau bahkan mencoba naik sepeda ke kantor ?

Begitu pula dengan makan siang. Bila memungkinkan, mengapa tidak mencoba membawa bekal dari rumah yang sudah pasti bersih dan dimasak dengan penuh cinta?

Ada banyak cara untuk mengurangi biaya atas konsumsi yang kita lakukan sehari- hari.

Setelah kita bisa mengurangi pengeluaran- pengeluaran diatas, maka ada sisa yang dapat ditabung. Ada sisa yang dapat membayarkan hutang lebih cepat. Ada sisa yang dapat dijadikan rekening belanja untuk bisa beli Designer It Bag yang sudah diincar sejak tahun lalu.

Jadi, apa Resolusi Keuanganmu?

@HoneyJT

Enjoy Today while Preparing For Tommorow