Beberapa hari lalu saya mendengar bahwa salah satu kolega kantor yang ayahnya harus cuci darah dan membutuhkan uang yang jumlahnya tidak sedikit. Alhasil kolega kantor saya ini terpaksa meminjam sejumlah uang untuk membantu pengobatan ayahnya tersebut.

Gambaran yang sering saya lihat sehari- hari atau bahkan sedang Anda alami saat ini.

Itulah Generasi Sandiwch, generasi yang berada di dua tanggung jawab. Tanggung jawab untuk membesarkan dan memberikan pendidikan yang layak untuk anak dan juga tanggung jawab untuk membantu orangtua di masa pensiun mereka.

Generasi saya atau bahkan Anda merupakan generasi sandwich.

Tidak ada yang salah dengan menjadi generasi sandwich sebagai wujud terima kasih kita sebagai anak kepada orangtua.

Namun kita harus sadari saat ini juga bahwa kita tidak ingin generasi anak kita menjadi generasi sandwich.

Bagaimanapun rantai generasi sandwich harus terputus cukup di generasi kita.

Lalu, bagaimana supaya generasi sandwich ini bisa hilang?

Caranya amat sangat mudah

1.       Tentukan tujuan keuangan

Biasanya untuk anak kita, tujuan keuangan terutama pasti Dana Pendidikan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan di Indonesia mahal harganya. Inflasi sekitar 10- 20% tidak dapat dilawan oleh tabungan ataupun deposito. Maka dari itu kita harus menghitung kebutuhan Dana Pendidikan semenjak taman bermain sampai tingkat Universitas.

Sedangkan untuk orangtua biasanya kita menyiapkan Dana Kesehatan Pensiun. Asuransi kesehatan hanya mengcover kesehatan orangtua sampai usia 65 tahun. Padahal kenyataannya, orangtua mulai sakit setelah melewati umur 65 tahun dan biasanya tergolong kritis.

Jangan lupa juga sembari mempersiapkan Dana Pendidikan Anak dan Dana Kesehatan Pensiun Orangtua, siapkan juga Dana Pensiun serta Dana Kesehatan Pensiun kita sendiri. Tidak mau kan anak kita menjadi Generasi Sandwich?

2.       Survey Kebutuhan Uang dimasa mendatang

Survey menjadi penting untuk mengetahui berapa jumlah uang yang dibutuhkan dimasa depan. Misal Uang Pangkal masuk SD tahun ini pasti mengalami kenaikan saat anak kita mau masuk SD yang sama di beberapa tahun yang akan datang.

3.       Menabung saja tidak cukup

Pemenuhan tujuan keuangan diatas tidak dapat dilakukan dengan menabung melainkan dengan berinvestasi. Instrumen paling cocok reeksadana. Pasti muncul pertanyaan, kenapa ga invest di property? Sederhana, karena saat dibutuhkan untuk biaya pengobatan orangtua harus jual rumah/apartemen dulu baru berobat?

4.       Mulai sekarang juga

Semakin cepat tujuan keuangan diatas dimulai maka semakin kecil jumlah yang diinvestasikan. Untuk mencapai Dana Pensiun sebesar 5,9 Milyar untuk jangka waktu 35 tahun dengan target return 25% per tahun, hanya perlu menginvestasikan uang secara lumpsum sebesar 2 juta saja.

Mari kita rencanakan tujuan keuangan kita dengan matang supaya si kecil tidak menjadi Generasi Sandwich selanjutnya!

Enjoy Today While Preparing For Tommorow