Di awal tahun 2008, empat bulan setelah Darren lahir saya membaca di sebuah koran tentang penawaran Obligasi Ritel Indonesia(ORI) seri 004.

Kelahiran Darren membuat saya semakin sadar bahwa biaya pendidikan berkualitas amatlah mahal!

Bermodal kekeraskepalaan saya, saya meminta izin suami untuk menempatkan uang simpanan kami yang tidak seberapa di ORI.

Menurut wikipedia, ORI adalah obligasi negara yang dijual kepada individu/perseorangan Warga Negara Indonesia melalui agen penjual dengan volume minimum yang telah ditentukan.

ORI diterbitkan untuk membiayai anggaran negara, diversifikasi sumber pembiayaan, mengelola portfolio utang negara dan memperluas basis investor.

ORI merupakan investasi yang bebas terhadap risiko gagal bayar, yaitu kegagalan pemerintah untuk membayar kupon dan pokok kepada investor.

Sebagai orang awam, saya tidak mengerti cara kerja ORI pada awalnya. Saya juga belum mengenal Dana Darurat serta fungsinya bagi keluarga kecil kami!

Semua investasi yang dilakukan tahun 2008 merupakan investasi buta semata!

Tanpa tujuan, tanpa ukuran return dan ukuran kemampuan!

Pikir saya saat itu, kalau tidak mulai dari sekarang pasti akan terlambat! Uang simpanan akan keburu habis terkuras tanpa kami sadari.

Perdebatan pun terjadi antara saya dengan suami tapi akhirnya suami mengalah dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada saya.

Akhirnya setelah membaca semua hal yang berhubungan dengan ORI seri 004, kami menempatkan semua uang simpanan kami.

ORI seri 004 ditawarkan pertama kali 12 Maret 2008 dengan imbal hasil 9,5% pertahun.

Jadi kalau dihitung maka imbal hasil yang didapat setelah kurang pajak adalah 7,6% pertahun yang mana masih lebih besar dibanding deposito.

Namun ORI juga memiliki kelemahan yaitu pokok investasi jatuh tempo setelah empat tahun. Boleh saja menjual ORI sebelum jatuh tempo sehingga otomatis return tidak sesuai harapan.

Nah coba bayangkan saat itu , uang simpanan yang seharusnya menjadi Dana Darurat saya cemplungkan semua ke ORI!

Bersyukur bahwa Tuhan itu baik! Selama periode ORI, kami dihindarkan dari kejadian yang mengharuskan pemakaian Dana Darurat.

Seiring berjalannya waktu sambil mendalami personal finance, saya mulai mengerti bahwa Dana Darurat itu PENTING dan harus ada!

Maka secepat mungkin kami membuat Dana Darurat di tabungan reguler yang setorannya sebesar 500,000 per bulan sehingga apabila ada kebutuhan mendesak maka kami punya “bemper”

Kembali ke ORI, kupon atau imbal hasil ORI dibayarkan setiap bulan.

Saya mulai mencari cara bagaimana mengoptimalkan imbal hasil ORI sehingga bisa menghasilkan lagi…

Imbal hasil ORI saya sebesar 167,000 per bulannya. Jumlah yang minimal yaaa, ga  berasa apa- apa… makanya saya memutuskan untuk memulai berinvestasi di Reksadana Campuran sejak Oktober 2008.

RD Campuran ini saya maksudkan untuk tujuan masuk SD Darren pada awalnya.

Pembelian reguler setiap bulannya hanya sebesar 200,000 (nilai ini saya ambil dari return ORI yg 167,000 ditambah 33,000)

Selama tiga tahun mendisiplinkan diri menempatkan kupon ORI ke RD Campuran (total 7,200,000) menghasilkan 9,702,439 di akhir tahun ketiga🙂

Menyenangkan sekali melihat uang bisa tumbuh🙂

Oktober 2011, saya memutuskan untuk menjual rekasadana saya sebesar 7,400,000 yang sekarang ditempatkan kembali di RD Saham dengan imbal hasil rata- rata 25% per tahun untuk Uang Pangkal Darren masuk SMP nanti🙂

Begitulah sekelumit kisah kenekatan saya🙂 jangan diikuti kenekatannya, kalau mau investasi buat dulu tujuan biar lebih terukur😉