Halo….

Sudah sedikit lama memang saya tidak menulis di blog ini.

Banyak hal terjadi dalam hidup saya sehingga blog ini sedikit terabaikanšŸ™‚

Tulisan kali ini membahas tentang mengelola Tunjangan Hari Raya (THR) untuk non muslim.

Ada beberapa perusahaan yang memberikan opsi kepada karyawan yang non muslim untuk menerima THR di hari raya mereka masing- masing.

Banyak juga perusahaan yang memberikan THR bersamaan dengan THR untuk hari raya Idul Fitri kepada karyawan yang non muslim.

Saya, non muslim dan memilih menerima THR bersamaan dengan hari raya Idul Fitri.

Mengapa? karena saya kan juga membayar THR untuk asisten di rumah dan petugas keamanan komplek rumahšŸ™‚

Bagi yang non Ā muslim tentu saja saat menerima THR harus mulai menyisihkan untuk hari raya keagamaan masing- masing supaya saat dibutuhkan sudah siap sedia.

THR merupakan penghasilan tahunan sehingga akan bijak sekali bila pengeluaran tahunan diambil dari THR ini.

Ada beberapa pos pengeluaran tahunan, diantaranya:

  • Kewajiban keagamaan.Ā karena saya seorang Nasrani maka saya harus menyisihkan THR saya sebesar 10% sebagai persembahan persepuluhan.
  • Tabungan dan investasi. Sisihkan 10- 30% Ā dari THR untuk di tabung atau diinvestasikan.
  • Asuransi. Ada beberapa asuransi yang pembayarannya preminya dilakukan tahunan.
  • Bayar Hutang. Pergunakan 30% dari THR untuk membayar hutang. Semakin cepat hutang diselesaikan akan semakin baik.
  • Perayaan keagamaan. misalnya saya, saat Natal biasanya THR saya gunakan untuk liburan bersama keluarga besar, membeli hadiah Natal dan lainnya.
  • Pembayaran pajak. STNK dan PBB membutuhkan jumlah uang yang cukup besar setiap tahunnya. Bayar tepat waktu atau denda menjadi konsekuensinya bila terlambat.
  • Lainnya.Ā Saya menggunakan THR untuk merayakan pesta ulang tahun anak saya Ā secara sederhanašŸ™‚

Nah, mudah bukan untuk mulai mengelola THR?

Semoga bermanfaatšŸ™‚

@HoneyJT