IMG_20160831_191132

Beberapa hari belakangan ini di kumpulan ibu ibu yang melahirkan bersamaan dengan saya di bulan September 2015 atau yang kami sebut Birthclub sedang riuh mempersiapkan birthday bash yang rencananya akan diadakan awal bulan Oktober 2016 nanti.

Artinya, anak-anak kami akan menginjak umur satu tahun! WhoaTime flies!

Hei, tunggu dulu! Itu artinya dalam waktu kurang lebih dua atau tiga tahun lagi bayi bayi yang umurnya setahun ini akan mulai masuk sekolah!

Oh No! Saya belum mulai mempersiapkan Dana Pendidikan si kecil!

Dana Pendidikan Anak pertama saya, saya persiapkan saat dia berumur 13 bulan, sedikit terlambat tapi bersyukur dengan instrumen investasi yang tepat kebutuhan Dana Pendidikannya sampai detik ini terpenuhi! *Whew! lap keringet*

Saya perlu berinvestasi supaya mimpi anak, apa pun itu bisa tercapai. Saat ini mungkin putra bungsu saya belum bisa ngomong kalau dia bercita-cita ingin jadi apa besar nanti, paling gak saya sudah mempersiapkan semua fasilitas yang dia perlukan untuk mewujudkan cita-cita atau mimpinya.

Sebagai ibu dari dua orang anak, saya ngerasa banget kalau Dana Pendidikan Anak itu jumlahnya besar, hampir sama besar dengan Dana Kepemilikan Properti dan gak mungkin akan tercapai hanya dengan menabung saja! Nah, untuk Dana Pendidikan anak, saya berinvestasi di reksadana.

Udah tau tentang reksadana? Reksadana menurut Undang Undang Pasar Modal No 8 tahun 1995, pasal 1 ayat 2 diartikan sebagai wadah  yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Ternyata reksadana itu sudah ada sejak tahun 1995 dan sampai hari ini produk investasinya masih ada selama 21 tahun! Berarti, reksadana ini salah satu investasi yang diatur oleh pemerintah dan jelas, bukan investasi bodong!

Melihat kondisi mempersiapkan Dana Pendidikan Anak pertama yang tergesa-gesa, mulailah saya browsingbrowsing lagi produk reksadana serta manajer investasi atau perusahaan sekuritas yang ada.

Sebelum memutuskan berinvestasi di reksadana, kita perlu tau:

  1. Profil risiko. Kalau profil risiko kita low risk jangan masuk ke produk reksadana yang high risk, nanti gak bisa tidur nyenyak  mikirin Nilai Aktiva Bersih per unitnya.
  2. Memilih Manajer Investasi yang tepat.  Ini penting agar dana atau investasi kita aman karena Manajer Investasi harus memiliki ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  3. Membaca Prospektus dan Fund Fact Sheet. Prospektus adalah gambaran detil mengenai produk reksadana yang akan dipilih, biasanya berisi tentang Tujuan dan Kebijakan InvestasiInformasi KinerjaStrategi InvestasiRisikoBiayaInformasi bagi Pemegang SahamProfil Finansial Reksadana. Sedangkan Fund Fact Sheet  adalah informasi yang berisikan data manajer investasi, tujuan investasi reksadana, batasan investasi, komposisi portofolio, lima besar efek dalam portofolio, kinerja historis, ulasan manajer investasi dan disclaimer.

Gak perlu waktu lama, bertemulah saya dengan Phillip Securities Indonesia, perusahaan sekuritas terpercaya yang hadir di Indonesia sejak tahun 1994, merupakan bagian dari Phillip Capital yang memiliki jaringan global di 16 negara.

Melalui Phillip’s Online Electronic Mart System (POEMS), kini berinvestasi di reksadana menjadi lebih mudah. POEMS punya dua fitur, yaitu ProFund dan ProTrader. ProFund ini kayak supermarket untuk membeli reksadana secara online. Jadi, kita bisa pilih reksadana mana yang mau kita beli tanpa harus macet-macetan atau panas-panasan di jalan hanya untuk bertemu dengan Manajer Investasi. Sedangkan ProTrader diperuntukkan khusus bagi mereka yang ingin berinvestasi di saham.

Kita bisa mendapatkan POEMS di platform web, Blackberry atau Android (mobile) dan PC  (desktop).

Setelah ngeliat fitur-fitur unggulan POEMS, saya jadi mantap untuk berbelanja reksadana di Phillips Securities Indonesia🙂

Jadi, saya akan memulai berinvestasi di reksadana untuk Dana Pendidikan Anak bungsu karena saya ingin mendukung dia mewujudkan impiannya! Gimana dengan kamu? Gak ada kata terlambat lho untuk memulai berinvestasi di reksadana🙂

A Goal is A Dream with A Dateline” says Napoleon Bonaparte

Widget_PhillipBlog1